Patung Selamat Datang

Patung Selamat Datang & Bundaran Hotel Indonesia

Patung-selamat-datang
Menyambut tamu yang datang ke kota Jakarta ©2008 arie saksono

Patung atau Tugu Selamat Datang di depan Hotel Indonesia ini dibuat dalam rangka persiapan penyelenggaraan ASIAN GAMES ke IV di Jakarta pada tahun 1962. Tujuan pembangunan patung ini adalah untuk menyambut tamu-tamu yang tiba di Jakarta dalam rangka pesta olah raga tersebut. Patung tersebut menggambarkan dua orang pemuda-i yang membawa bunga sebagai penyambutan tamu.

Patung Selamat Datang HI
Patung Selamat Datang & air mancur Bundaran HI ©2006 arie saksono

Hotel Indonesia pada waktu itu merupakan pintu gerbang masuk ibukota Jakarta dan juga merupakan pintu gerbang rangkaian kegiatan pertandingan yang diselenggarakan di Istora Senayan. Pada masa itu semua tamu asing yang datang di Jakarta masuk melalui bandara Internasional Kemayoran dan langsung menuju ke hotel Indonesia yang menjadi tempat penginapan bagi mereka, sehingga sebelum mereka memasuki hotel maka mereka akan mendapatkan patung Selamat Datang ini di depannya.

Ide pembuatan patung ini berasal dari Presiden Soekarno dan design awalnya dikerjakan oleh Henk Ngantung yang pada saat itu merupakan wakil Gubernur DKI Jakarta. Patung terbuat dari perunggu. Tinggi patung dari kepala sampai kaki 5 meter. Sedangkan tinggi seluruhnya dari kaki hingga tangan yang melambai adalah 7 meter. Sementara tinggi voetstuk atau kaki patung adalah 10 meter dikerjakan oleh PN. Pembangunan Perumahan. Pelaksana pembuatan patung adalah team pematung Keluarga Arca pimpinan Edhi Sunarso di Karangwuni. Pada saat pembuatan presiden Soekarno didampingi Duta Besar Amerika pada saat itu Mr. Jones beserta para menteri sempat berkunjung ke sanggar Edhi Sunarso. Pembuatan patung ini memakan waktu sekitar satu tahun. Diresmikan oleh Bung Karno pada tahun 1962.

Pada tahun 22 Juni 2002, tepat pada saat perayaan hari jadi kota Jakarta yang ke 475 air mancur di Bundaran HI itu direnovasi dengan biaya senilai Rp 14 miliar yang didapat dari hasil kompensasi sepuluh titik reklame. Penataan kembali atau renovasi air mancur dilakukan karena dinilai kuno, ketinggalan zaman, dan banyak kerusakan. Air mancur yang mempunyai lima variasi pancaran air dijalankan dengan program komputer dan mulai diuji coba pada 12 Juni 2002. Sejak itu, pengelolaan dan pengawasan air mancur diserahkan kepada Pemprov DKI oleh pihak ketiga yang merenovasinya. Patung ini hingga sekarang masih tetap merupakan patung kebanggaan kota Jakarta yang tidak pernah lelah menyambut dan mengucapkan selamat datang bagi para tamu pengunjung Ibu Kota Jakarta.

©2007 arie saksono

Sumber:
- _______., Sejarah Singkat Patung-Patung dan Monumen di Jakarta, Jakarta: Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Dinas Museum dan Sejarah, 1992.
- Harian Kompas, “Kabel Terbakar, Air di Bundaran HI Tak Bisa Mancur”, 20 Agustus 2004.

About these ads

3 Responses to Patung Selamat Datang

  1. [...] Seperti yang kita semua ketahui, untuk membuat website my-indonesia.info pemerintah mengeluarkan dana sebesar 17.5 milliar….Tapi masih inget gak sih kita, kalo ngebuat renovasi patung selamat datang yang terletak di depan bunderan hi itu sebanyak 14 milliar??…. [...]

  2. [...] preparation for the 4th ASEAN Games in 1962. More facts and figures of the statue can be found in this site (it’s in Bahasa Indonesia though) and another photo of the statue is at this [...]

  3. saksonoarie says:

    [...This statue is said to have been erected as part of the preparation for the 4th ASEAN Games in 1962...]

    Dear Mrs Mimi,
    Pls check again your information on Patung Selamat Datang, It should be “the 4th ASIAN games” because, ASEAN is the Association of South East Asian Nations and was formed on 8 August 1967, thus 5 year after the statue had been erected. so, the statue was build to welcome the participants of the 4th ASIAN games (the first international event in Indonesia after the independence) and the GANEFO, The Games of the New Emerging Forces (GANEFO) were games were set up by Indonesia (Soekarno) in late 1962 as a counter to the Olympic Games. Established for the athletes of the so-called “emerging nations” (mainly newly independent socialist states), GANEFO made it clear in its constitution that politics and sport were intertwined; this ran against the doctrine of the International Olympic Committee, which strove to separate politics from sport. The IOC decreed that athletes attending GANEFO would be ineligible to participate in the Olympic Games.

    thx aRie..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 45 other followers

%d bloggers like this: