MASJID ISTIQLAL Jakarta

Masjid Istqlal

Masjid Istiqlal (foto: arie saksono)

SEJARAH MASJID ISTIQLAL

Pada tahun 1953 beberapa ulama mencetuskan ide untuk mendirikan masjid megah yang akan menjadi kebanggaan warga Jakarta sebagai ibukota dan juga rakyat Indonesia secara keseluruhan. Mereka adalah KH. Wahid Hasyim, Menteri Agama RI pertama, yang melontarkan ide pembangunan masjid itu bersama-sama dengan H. Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto dan Ir. Sofwan beserta sekitar 200-an orang tokoh Islam pimpinan KH. Taufiqorrahman. Ide itu kemudian diwujudkan dengan membentuk Yayasan Masjid Istiqlal.

Pada tanggal 7 Desember 1954 didirikan yayasan Masjid Istiqlal yang diketuai oleh H. Tjokroaminoto untuk mewujudkan ide pembangunan masjid nasional tersebut. Gedung Deca Park di Lapangan Merdeka (kini Jalan Medan Merdeka Utara di Taman Museum Nasional), menjadi saksi bisu atas dibentuknya Yayasan Masjid Istiqlal. Nama Istiqlal diambil dari bahasa Arab yang berarti Merdeka sebagai simbol dari rasa syukur bangsa Indonesia atas kemerdekaan yang diberikan oleh Allah SAW. Presiden pertama RI Soekarno menyambut baik ide tersebut dan mendukung berdirinya yayasan masjid Istiqlal dan kemudian membentuk Panitia Pembangunan Masjid Istiqlal (PPMI).

Penentuan Lokasi Masjid Istiqlal

Penentuan lokasi masjid sempat menimbulkan perdebatan antara Bung Karno dan Bung Hatta yang pada saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden RI. Bung Karno mengusulkan lokasi di atas bekas benteng Belanda Frederick Hendrik dengan Taman Wilhelmina yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Van Den Bosch pada tahun 1834 yang terletak di antara Jalan Perwira, Jalan Lapangan Banteng, Jalan Katedral dan Jalan Veteran. Sementara Bung Hatta mengusulkan lokasi pembangunan masjid terletak di tengah-tengah umatnya yaitu di Jalan Thamrin yang pada saat itu disekitarnya banyak dikelilingi kampung, selain itu ia juga menganggap pembongkaran benteng Belanda tersebut akan memakan dana yang tidak sedikit. Namun akhirnya Presiden Soekarno memutuskan untuk membangun di lahan bekas benteng Belanda, karena di seberangnya telah berdiri gereja Kathedral dengan tujuan untuk memperlihatkan kerukunan dan keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia.

Sayembara Desain Masjid Istiqlal

Setahun sebelumnya, Ir. Soekarno menyanggupi untuk membantu pembangunan masjid, bahkan memimpin sendiri penjurian sayembara desain maket masjid. Setelah melalui beberapa kali sidang, di Istana Negara dan Istana Bogor, dewan juri yang terdiri dari Prof.Ir. Rooseno, Ir.H. Djuanda, Prof.Ir. Suwardi, Hamka, H. Abubakar Aceh, dan Oemar Husein Amin.

Pada tahun 1955 Panitia Pembangunan Masjid Istiqlal mengadakan sayembara rancangan gambar atau arsitektur masjid Istiqlal yang jurinya diketuai oleh Presiden Soekarno dengan hadiah berupa uang sebesar Rp. 75.000; serta emas murni seberat 75 gram. Sebanyak 27 peserta mengikuti sayembara, namun dari seluruh peserta hanya 5 peserta yang memenuhi syarat:

  1. F. Silaban dengan rancangannya “Ketuhanan”
  2. R. Oetoyo dengan rancangannya “Istighfar”
  3. Hans Groenewegen dengan rancangannya “Salam”
  4. Mahasiswa ITB (5 orang) rancangannya “Ilham 5”
  5. Mahasiswa ITB (3 orang) rancangannya “Chatulistiwa”

Setelah proses penjurian yang panjang dengan mempelajari rancangan arsitektur beserta makna yang terkandung didalamnya berdasarkan gagasan para peserta maka akhirnya pada 5 Juli 1955 atas perintah Presiden Soekarno memutuskan desain rancangan dengan judul “Ketuhanan” karya Frederich Silaban dipilih sebagai pemenang sebagai model dari Masjid Istiqlal.

Sang Arsitek Masjid Beragama Kristen

Frederich Silaban adalah seorang arsitek beragama Kristen kelahiran Bonandolok Sumatera, 16 Desember 1912, anak dari pasangan suami istri Jonas Silaban Nariaboru. Ia adalah salah satu lulusan terbaik dari Academie van Bouwkunst Amsterdam tahun 1950. selain membuat desain masjid Istiqlal ia juga merancang kompleks Gelanggang Olahraga Senayan.

Untuk menyempurnakan rancangan masjid Istiqlal F. Silaban mempelajari tata cara dan aturan orang muslim melaksanakan shalat dan berdoa selama kurang lebih 3 bulan dan selain itu ia juga mempelajari banyak pustaka mengenai masjid-masjid di dunia.

Awal Pembangunan Masjid Istiqlal

Pada sekitar tahun 1950 hingga akhir tahun 1960-an Taman Wilhelmina di depan Lapangan Banteng dikenal sepi, gelap, kotor dan tak terurus. Tembok-tembok bekas bangunan benteng Frederik Hendrik di taman dipenuhi lumut dan rumput ilalang dimana-mana. Kemudian tahun 1960, di tempat yang sama, ribuan orang yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat biasa, pegawai negeri, swasta, alim ulama dan ABRI bekerja bakti membersihkan taman tak terurus di bekas benteng penjajah itu.

Setahun kemudian, tepatnya 24 Agustus 1961, masih dalam bulan yang sama perayaan kemerdekaan RI, menjadi tanggal yang paling bersejarah bagi umat muslimin di Jakarta khususnya, dan Indonesia umumnya. Untuk pertama kalinya, di bekas taman itu, kota Jakarta memiliki sebuah masjid besar. Sebuah masjid yang dimaksudkan sebagai simbol kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Padanan katanya dalam bahasa Arab berarti merdeka dan disepakati diberi nama Istiqlal sehingga jadilah, Masjid Istiqlal namanya.

Tanggal yang bertepatan dengan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW itu, dipilih sebagai momen pemancangan tiang pertama oleh Presiden pertama RI, Ir. Soekarno yang ketika itu langsung bertindak sebagai Kepala Bidang Teknik.

Proses Panjang Pembangunan Masjid Istiqlal

Seiring dengan iklim politik dalam negeri yang cukup memanas, proyek ambisius itu tersendat-sendat pembangunannya, karena berbarengan dengan pembangunan monumen lain seperti Gelora Senayan, Monumen Nasional, dan berbagai proyek mercu suar lainnya. Hingga pertengahan tahun ’60-an proyek Masjid Istiqlal terganggu penyelesaiannya. Puncaknya ketika meletus peristiwa G 30 S/PKI tahun ’65-’66, pembangunan Masjid Istiqlal bahkan terhenti sama sekali.

Barulah ketika Himpunan Seniman Budayawan Islam memperingati miladnya yang ke-20, sejumlah tokoh, ulama dan pejabat negara tergugah untuk melanjutkan pembangunan Masjid Istiqlal. Dipelopori oleh Menteri Agama KH. M. Dahlan upaya penggalangan dana mewujudkan fisik masjid digencarkan kembali. Presiden Soekarno, yang pamornya di mata masyarakat mulai luntur, kedudukannya dalam kepengurusan diganti oleh KH. Idham Chalied yang bertindak sebagai koordinator panitia nasional Masjid Istiqlal yang baru. Lewat kepengurusan yang baru, masjid dengan arsitektur bergaya modern itu selesai juga pembangunannya.

Semula pembangunan masjid direncanakn akan memakan waktu selama 45 tahun namun dalam pelaksanaannya ternyata jauh lebih cepat. Bangunan utama dapat selesai dalam waktu 6 tahun tepatnya pada tanggal 31 Agustus 1967 sudah dapat digunakan yang ditandai dengan berkumandangnya adzan Maghrib yang pertama.

Secara keseluruhan pembangunan masjid Istiqlal diselesaikan dalam kurun waktu 17 tahun. Peresmiannya dilakukan oleh presiden Soeharto pada tanggal 22 Februari 1978. Kurun waktu pembangunannya telah melewati dua periode masa kepemimpinan yaitu Orde Lama dan Orde Baru. Pendanaan pembangunan masjid ini pada masa Orde Lama direalisasikan melalui proyek Mandataris sementara pada masa Orde Baru menjadi bagian dari Proyek RePelita (Rencana Pembagunan Lima Tahun). Kini masjid Istiqlal berdiri megah di Ibukota Jakarta dan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia.

BANGUNAN MASJID ISTIQLAL DAN SPESIFIKASINYA

masjid Istiqlal dari kjauhan

Masjid Istiqlal dari kejauhan (arie saksono)

Masjid Istiqlal menerapkan prinsip minimalis. Secara umum masjid Istiqlal terdiri dari gedung induk, gedung pendahulu dan emper sampingnya, teras raksasa, dan emper keliling serta menara. Ruang-ruang terbuka atau plaza di kiri-kanan bangunan utama dengan tiang-tiang lebar di antaranya, dimaksudkan oleh perancangnya untuk memudahkan sirkulasi udara dan penerangan yang alami serta mendatangkan kesejukan hati bagi para jamaah yang beribadah.

Spesifikasi Masjid Istiqal:

Luas tanah 12 ha

Luas bangunan  7 ha

Luas lantai 72.000 m2

Luas atap 21.000 m2

Dalam pembangunan masjid ini dibutuhkan:

Semen 78.000 zak dari Gresik

Baja 337 ton

Marmer 93.000 m2

Keramik 11.400 m2

Aspal 21.500 m2

BAGIAN-BAGIAN BANGUNAN MASJID ISTIQLAL

A. Gedung Induk

TINGGI : 60 meter, 5 tingkat symbol shalat 5 waktu

PANJANG : 100 meter

LEBAR : 100 meter

Tiang pancang : 2.361 buah

Bangunan utama ini adalah gedung utama dimana tempat ini dapat menampung 100.000. jemaah pada waktu shalat Idul Fitri dan Idul Adha.

Masjid Istiqlal specs

KUBAH BESAR dengan diameter 45 meter terbuat dari kerangka baja stainless steel dari Jerman Barat dengan berat 86 ton sementara bagian luarnya dilapisi dengan keramik. Diameter 45 meter merupakan simbol penghormatan dan rasa syukur atas kemerdekaan sesuai dengan nama Istiqlal itu sendiri.

Bagian bawah sekeliling kubah terdapat kaligrafi Surat Yassin yang dibuat oleh K.H Fa’iz. >Updated informasi: Bagian dalam di bawah sekeliling kubah terdapat kaligrafi Surat Alfateha, Surat Thaha ayat 14, Ayat Kursi, dan Surat Al Ikhlas.

Dari luar atap bagian atas kubah dipasang penangkal petir berbentuk lambang Bulan dan Bintang yang terbuat dari stainless steel dengan diameter 3 meter dan berat 2,5 ton

Dari dalam kubah di topang oleh 12 pilar berdiameter 2,6 meter dengan tinggi 12 meter, angka ini merupakan simbol angka kelahiran nabi Muhammad SAW yaitu 12 Rabiul Awal.

Seluruh bagian di gedung utama ini dilapisi marmer yang didatangkan langsung dari Tulungagung seluas 36.980 m2.

Lantainya ditutupi karpet merah sumbangan dari pemerintah Kerajaan Arab.

B. Gedung Pendahulu dan Emper Samping

Tinggi : 52 meter

Panjang : 33 meterLebar : 27 meter

Bagian memiliki lima lantai yang terletak di belakang gedung utama yang diapit 2 sayap teras. Luas lantainya 36.980 m2 dengan dilapisi 17.300 m2. jumlah tiang pancangnya sebanyak 1800 buah. Di atas gedung ini ada sebuah kubah kecil. Fungsi utama dari gedung ini setiap jamaah dapat menuju gedung utama secara langsung. Selain itu juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat perluasan shalat bila gedung utama penuh.

C. Teras Raksasa

Teras raksasa terbuka seluas 29.800 m2 terletak di sebelah kiri belakang gedung induk. Teras ini dibuat untuk menampung jamaah pada saat shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Arah poros teras ini mengarah ke Monument Nasional menandakan masjid ini adalah masjid nasional. Selain itu teras ini juga berfungsi sebagai tempat acara-acara keagamaan seperti MTQ dan pada emper tengah dahulu biasa digunakan untuk manasik (latihan) haji.

D. Emper Keliling

Emper ini mengelilingi teras raksasa dan emper tengah yang sekelilingya terdapat 1800 pilar guna menopang bangunan emper.

Panjang : 165 meter

Lebar : 125 meter

>BEDUG RAKSASA

Di sudut sebelah tenggara terdapat bedug raksasa yang berfungsi sebagai alat pertanda waktu shalat. Bedug merupakan salah satu ciri ke-Islaman Indonesia dimana hanya terdapat di masjid-masjid Indonesia.

Bedug Masjid Istiqlal

Bedug Raksasa Masjid Istiqlal (foto: arie saksono)

Bedug ini terbuat dari kayu meranti dari Kalimantan Timur yang konon berumur 300 tahun. Garis tengah/ diameter depan adalah 2 meter sedangkan diameter belakang adalah 1,71 meter. Sementara panjang keseluruhan adalah 3 meter dengan berat total 2,3 ton.

Kulit pada bedug adalah kulit sapi. Dibutuhkan 2 lembar kulit sapi dari 2 ekor sapi dewasa. Bagian depan adalah kulit sapi jantan sedangkan bagian belakang adalah kulit sapi betina. Untuk menempelkan kulit ini dibutuhkan 90 paku yang terbuat dari kayu Sonokeling yang pembuatannya membutuhkan waktu 60 hari di Jepara Jawa Tengah.

Kaki penopang bedug disebut Jagrag setinggi 3,8 meter pada kakinya terdapat tulisan Allah dalam segilima yang melambangkan rukun Islam dan waktu shalat. Di sisi lain terdapat tulisan “Bismillahirrahmanirrahim”. Pada ke-empat sisi kakinya terdapat tulisan dua kalimat syahadat. Pada bagian Jagrag keseluruhan ada 27 buah kaligrafi ukiran SuryaSangkala (tahun matahari) yang merupakan pengaruh kebudayaan Hindu sementara pada bagian atas ada ornament ukiran menyerupai naga yang merupakan pengaruh Budha. Sehingga secara keseluruhan bedug ini merupakan wujud dari akulturasi islam dengan berbagai kebudayaan lainnya yang ada di Indonesia.

E. Menara / Minaret

TINGGI : 6666 centimeter = 66,66 meter

DIAMETER : 5 meter

Bangunan menara meruncing ke atas ini berfungsi sebagai tempat Muadzin mengumandangkan Azan. Di atasnya terdapat banyak pengeras suara yang dapat menyuarakan azan ke kawasan sekitar masjid.

Puncak menara yang meruncing dirancang berlubang-lubang terbuat dari kerangka baja tipis. Angka 6666 merupakan symbol dari jumlah ayat yang terdapat dalam AL Quran.

F. Halaman dan Air Mancur MASJID ISTIQLAL

Halaman masjid Istiqlal seluas 9,5 hektar. Halaman ini dapat menampung kurang lebih 800 kendaraan sekaligus melalui 7 buah pintu gerbang masuk yang ada. Di halaman masjid terdapat tiga jembatan yang panjangnya sekitar 21 sampai 25 meter.

Di dalam kompleks masjid di sebelah selatan terdapat air mancur yang berada di tengah-tengah kolam seluas ¾ hektar. Air mancur ini dapat memancarkan air setinggi 45 meter.

Halaman masjid Istiqlal dikelilingi pepohonan yang rindang agar suasana masjid terasa sejuk sehingga akan menambah kekhusukan jamaah beribadah di masjid ini.

G. Tempat Wudhu, Air, dan Penerangan

Tempat wudhu terdapat di beberapa lokasi di lantai dasar yaitu di sebelah utara, timur maupun selatan gedung utama. Tempat ini dilengkapi dengan kran khusus sebanyak 660 buah sehingga secara bersamaan 660 orang dapat berwudhu sekaligus.

Sedangkan toilet terdapat juga di lantai dasar sebelah timur di bawah teras raksasa. Toilet ini tersedia untuk 80 orang yang terbagi dua kompleks, untuk pria dan wanita. Selain itu juga terdapat 52 kamar mandi yang dapat dikunci dan beberapa toilet di lantai sebelah selatan 12 buah, barat 12 buah dan timur 28 buah. Keperluan wudhu, kamar mandi dan toilet ini dipasok sebanyak 600 liter setiap hari per menit dari PAM.

Penerangan masjid Istiqlal menggunakan listrik dari PLN, selain itu juga menggunakan 3 generator berkekuatan masing-masing 110 kva dan sebuah generator besar 500 kva. Pendingin ruangan hanya digunakan bagi ruangan-ruangan kantor di lantai bawah dengan menggunakan sistem kontrol terpusat.

H. Lantai Dasar.

Lantai dasar masjid ini luasnya 2,5 ha dahulu dibiarkan kosong dan hanya digunakan dalam keadaan darurat untuk menampung masyarakat DKI Jakarta bila dalam keadaan bahaya. Namun sejak tahun 1978 atas perintah Presiden Soeharto lantai ini digunakan untuk kantor organisasi keagamaan. Sekarang, masjid ini semarak dengan berbagai aktivitas umat muslim dan organisasi islam di dalamnya. Ada MUI, Dewan Masjid Asia dan Lautan Teduh, Dewan Masjid Indonesia, Pusat Perpustakaan Islam Indonesia, LPTQ dan BP 4 Pusat. Bahkan di atas lahan di sekeliling masjid Istiqlal, sebagian dipergunakan untuk kegiatan ekonomi, warung makan, cenderamata, dan terutama setiap hari Jum’at ramai dipenuhi pedagang dan pembeli sehabis menunaikan shalat Jum’at, yang dikenal dengan pasar Jum’atan.

(Disusun dari berbagai sumber)

©2008 arie saksono

About these ads

48 Responses to MASJID ISTIQLAL Jakarta

  1. Jiwa Musik says:

    terimakasih atas informasinya. sejak kapan bedug raksasa berada di sudut sebelah tenggara? karya siapa, beli dimana atau hadiah/hibah dari siapa?

    Tadi siang bedug yg mirip ciri2 tsb ada (juga) di sudut sebalah barat daya, di deketnya lift khusus untuk orang cacat

  2. saksonoarie says:

    Hallo mas “jiwa musik”, terimakasih sudah mau mampir.. terima kasih atas respon-nya, maaf informasi bedug-nya masih terbatas, mungkin ada yang ingin menambahkan ato mengkoreksi.., ato mungkin next time, di informasi khusus mengenai bedug akan coba dikupas lebih dalam.. karena bedug sendiri di Indonesia agaknya punya latar belakang cerita yang menarik, seperti halnya Bedug Kyai Bagelen (Bedug Pendhawa) di Masjid Agung Purworejo dan bedug-bedug lainnya..
    salam, aRie..

  3. rudy kano says:

    halo mas, bisa minta info ttg tiang penahan kubah yg di lapisi stainless. kalo bisa minta foto tiangnya dari dekat

  4. chully lully says:

    thx bgt bwat informasinya yeeeeeeee!!

  5. aguskah says:

    aku mengira masjid itu baru dibuat ht.1980 an ternyata dibawah tahun itu selesainya,……. makasih banyak atas info nya aku copy deh

  6. dino says:

    is very good

  7. dino says:

    BAGUS BANGET ,SEMOGA ORANG2 INDONESIA KHUSUSNYA JAKARTA LEBIH GIAT LAGI SHALAT 5 WAKTU,KARENA INDONESIA MEMPUNYAI MASJID YG GEDE BUANGET.ThANks

  8. niez says:

    subhanallah..
    komplit skali mz info-nya..
    trima kasih..

  9. saksonoarie says:

    terima kasih sudah mau berkunjung…

  10. ratna says:

    Info-nya lengkap banget. Sangat membantu untuk penulisan makalah INDONESIAN ART saya.
    Makasih banyak.

  11. Hadiat Iskandar says:

    Saya merasa bangga dengan masjid Istiqlal ini. Semoga menjadi barokah bagi bangsa Indonesia, khusunya umat Islam.

  12. dino says:

    SELAMAT HARI RAYA I’EDUL FITRI 1 SYAWAL 1429 H.
    MINAL AIDIN WAFAL IDZIN,MOHON MAAF LAHIR & BATIN

  13. yendy salim says:

    Assalaamu ‘alaikum wr wb,
    May I please have a copy of anggaran dasar and rumah tangga of yayasan masjid Istiqlal. I will use it for reference of developing AD ART of masjid in the pemukiman I live in.

    wassalaam. Yendy

  14. kurniadi says:

    jazakalloh khoir,mas atas infonya’alhamdullilah, Alloh pernah meperjalankan saya k masjid istiqlal dijakarta, smg pak presiden jg harus lebih sering sholat disn, diperkirakan jarak dari isatana merdeka ke masjid istiqlal -+ 2 km,kan nda begitu jauh. khan klo presidennya mejadi contoh Insyaalloh negri yang kita cintai ini akan makmur dan berkah.

  15. aghel says:

    thanx infonya. . .
    knpa ga skalian fungsi plus peranannya???
    hehehe
    skalian bantu skripsi gw. . .
    but, anyway gw makasih bnyk atas info lo. . .

  16. Ayu Trinanda says:

    Aku sebenarnya ingin lihat koleksi foto benteng Citadel sebelum di bongkar menjadi Masjid Istiqlal Jakarta, aku punya buku ttg pembuatan Masjid Istiqlal yang ada foto benteng citadelnya tapi sedikit sekali koleksi fotonya..

  17. indri purwaningsih says:

    thx banget ya atas infonya…
    aq cr2 info tentang Istiqlal krn ada teman aq yg mengaku cucu Prof. Ir. Rooseno.
    ktnya Prof. Ir. Rooseno yg mendesain Istiqlal.
    setelah aq bc info dr mas,
    aq akan meluruskan hal yg sebenarnya ke teman aq itu,
    klo ternyata Prof. Ir. Rooseno itu bkn arsiteknya tp salah satu dewan juri sayembara design Istiqlal. iya kan mas…? arsiteknya sendiri Frederich Silaban.
    seorang kristiani (Subhanallah).
    Prof. Ir. Rooseno itu rektor ISTN ya mas…?

  18. Jamalullail says:

    maaf ya mas, sebenarnya yang tertulis di sekeliling kubah besar yang berdiameter 45 meter itu bukan surat yasin tapi surat Al Ikhlas dan Ayat Kursi. okeh….

  19. Hasan Basri says:

    Assalamualaikum Wr.Wb.
    Orang tua saya menonton/menyimak siaran langsung peringatan Isra Mi’rat Nabi Muhammad SWT 1430 H. Kalau dapat tolong kirimkan tek ceramah peringatan tersebut. Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih. WAssalam.

  20. eemoo says:

    info yang cukup lengkap, soalnya jarang bangunan atau arsitektur di indonesia yang memiliki informasi lengkap di internet, susah carinya…

  21. Soenardi says:

    mahakarya anak bangsa…100% subhanalloh….

  22. VEIRA PUTRI says:

    THANKS ATAS INFORMASINYA AQU BISA MENYELESAIKAN TUGAS AQU

  23. achmad rizki nugraha says:

    ass…
    kira kira kalo saya membuat tugas akhir tentang istiqlal dalam masalah penentuan tempatnya dapat sumber dari mana ya mas…

    • saksonoarie says:

      Salam kenal mas Riszki,
      artikel di atas berasal dari rangkuman berbagai sumber. namun apabila anda hanya ingin mengetahui sumber buku yang menyebutkan masalah penentuan tempat atau lokasi Istiqlal, seingat saya ada pada buku “Saudagar Baghdad dari Betawi” karangan Alwi Shahab terbitan Republika tahun 2004.
      thx sudah mampir di sini.
      salam Indonesia > arie

  24. dadang says:

    amazing!

  25. Wah makasih,berguna buat tugas saya.Saya kutip ya, trms.

  26. aldjo says:

    Assalamu alaikum,
    Informasi yang sangat bermanfaat, mohon ijin ikut ngelink tulisan ini di blog saya ya Pak Arie

  27. deni says:

    Mesjid Istiklal punya nilai Hystoris bagi negara-2 Lain, tapi kok kenapa ya…bangsa yang punya-nya cuek-2 aja. Thank’s Infonya Mas..

  28. Bismillah. Apakah boleh berbagai sumber bacaan untuk tulisan ini Mas? Saya perlu untuk makalah di kampus. Terimakasih

    • saksonoarie says:

      @ ibntauhid a. munandar: tulisan ini sudah lama saya buat, saya tulis berbagai sumber karena sumber bacaan banyak yg berupa hand out, artikel koran, beberapa buku, salah satu diantaranya yg mengulas lumayan lengkap: ‘Masjid Istiqlal sebuah monumen kemerdekaan’, kar. solihin salam, buku lainnya: Arsitektur Mesjid dan Monumen Sejarah Muslim kar Yulianto Sumalyo, buku yg dikeluarkan oleh pengelola Masjid Istiqlal, ada juga sedikit dari buku kar. Alwi Shahab. maaf hand out & buku2 saya sdh banyak tertumpuk dan dalam kardus shingga agak malas & susah cross check. namun saya yakin di katalog perpustakaan kampus anda ada juga buku yg mengulas ttg Istiqlal ini. semoga anda dapat sedikit terbantu.
      terima kasih sdh berkunjung ksini.

      salam Indonesia,
      >arie

  29. alhidayah says:

    salam kenal. waa.h bagus banges mas, lengkap sekali infonya.kasih info lagi yang banyak ya mas

  30. [...] Sumber: http://ariesaksono.wordpress.com/2008/01/15/masjid-istiqlal-jakarta/ [...]

  31. cha says:

    Bagus sekali. Informasinya lengkap. Terima kasih atas info tsb. Semoga informasi ini menambah pengetahuan ummat Islam, dan bermanfaat.

  32. SUPARNO says:

    assalamu alaikuum panitia ta’mir masjid istiqlal..
    perkenalkan nama saya suparni,,, saya sekarang berada di jakarta berasal dari kampung. mohon ijin seandainya saya numpang singgah di masjid istiqlal, apakah ta’mir berkenan,???

    TERIMA KASIH<<
    WASSALAMU ALAIKUM<<

  33. Sudah pernah ke sini naik Bus bersama sekolah saat pulang ada acara khusus di sekolah.
    Sholat dzuhur di sini.

  34. ainun niswah says:

    makasih ya………… jadi karya tulis lancar….

  35. ekonomi islam…

    [...]MASJID ISTIQLAL Jakarta « arie saksono[...]…

  36. budi says:

    Bagus sekali infonya. mohon ijin untuk memuat cuplikan2 tulisan tsb unyuk dimuat di buletin Masjid Al Madani Puri Serpong-tangsel

  37. ya allah bagus sekali aku pengen ke sono lg nih

  38. mahali says:

    tahniah, saya pernah singgah solat zdhor asar di masjid ini. sungguh indah binaannya. Rasa kepingin singgah lagi.

  39. maz fauzul says:

    wah, informasinya sangat imajinatis dan menginspirasi, sekali, semoga bisa memberikan manfaat, amien, salam kenal

  40. taufik darus says:

    Bro. Arie you are just Great Man: the Informer of The Most Strategical Asset of Indonesia; Our beloved Nation.

    thannnkkkssss very very very much Mas for the extremely valuable information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 45 other followers

%d bloggers like this: