MUSEUM NASIONAL Republik Indonesia

museum nasional RI Jakarta
Museum Nasional Republik Indonesia–Jakarta (foto: ©2008 arie saksono)

Bataviaasch Genootschap 1870 Bataviaasch Genootschap 1880
Bataviaasch Genootschap 1870 & Bataviaasch Genootschap 1880
Halaman depan Museum tahun 1870 belum ada patung Gajah

Bataviaasch Genootschap 1902 Museum Nasional 2008
Bataviaasch Genootschap 1902 & Museum Nasional 2008

Sejarah Museum Nasional
Sejarah Museum Nasional dimulai pada tanggal 24 April 1778 dengan dibentuknya sebuah wadah perkumpulan intelektual dan ilmuwan Belanda yang berada di Hindia Belanda, tepatnya di kota Batavia, yang bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Perkumpulan (-warga) Batavia untuk Seni dan Ilmu Pengetahuan). Lembaga ini memiliki tujuan untuk mempromosikan penelitian dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang sejarah, arkeologi, etnografi, dan mempublikasikan berbagai penemuan-penemuan di bidang tersebut.

Salah seorang pendiri, J.C.M. Radermacher menyumbangkan bangunan, koleksi buku-buku dan benda-benda budaya yang merupakan awal berharga untuk sebuah museum dan perpustakaan bagi masyarakat. Karena semakin meningkatnya jumlah koleksi, Jenderal Sir Thomas Stamford Raffles pada awal abad ke 19 membangun tempat baru di Jalan Majapahit no. 3, di pavilyun gedung Harmonie dan menamakannya Literary Society. Kemudian pada periode berikutnya tahun 1862 pemerintah Hindia Belanda memutuskan untuk membangun gedung museum baru yang tidak hanya berfungsi sebagai kantor tetapi juga sebagai tempat perawatan dan memamerkan koleksi-koleksi yang ada.

Arca Nandi Museum Nasional
Arca Nandi di halaman tengah Museum nasional (foto: arie saksono)

Museum ini dibuka secara resmi pada tahun 1868. Museum ini dikenal sebagai Gedung Gajah atau Gedung Arca, karena terdapat patung gajah yang terbuat dari perunggu di halaman depan yang merupakan pemberian dari Raja Siam (Thailand) pada bulan Maret 1871. Patung Gajah yang sama juga diberikan kepada negara Singapura dan hingga kini masih berada di Raffles Museum Singapura. Sedangkan disebut sebagai gedung arca karena di sini terdapat berbagai jenis dan bentuk patung/ arca dari berbagai babakan periode sejarah nusantara.

Gajah Museum Nasional prasasti Chulalonkorn_Gajah
Museum Nasional dan patung Gajah dari Raja Siam (foto: arie saksono)

Geschenk van Zijne Majesteit SOMDETCH PHRA PARAMINDR MAHA CHULALONKORN, Eersten Koning van Siam, aangeboden aan de stad..(- Batavia)  ter herinnering aan zijn bezoek in de maand Maart 1871

(Hadiah dari yang mulia Somdetch Phra Paramarindr Maha CHULALONKORN, Raja Siam (Thailand) yang pertama, diberikan kepada kota.. >Batavia [terhapus, tetapi kemungkinan besar mengacu ke kota Batavia] sebagai kenang-kenangan atas kunjungannya pada bulan Maret 1871)

Kanon Museum Nasional
Kanon atau meriam VOC yang berada di sisi kiri & kanan patung Gajah, dibuat tahun 1676 oleh J. Burgerhuys dan yang satunya tahun 1696 dibuat oleh A. van Ommen (foto: arie saksono)

Pada tanggal 29 Februari 1950 lembaga ini menjadi Lembaga Kebudayaan Indonesia (Indonesia Culture Council) dan selanjutnya pada tanggal 17 September 1962 diserahkan kepada pemerintah Indonesia dan menjadi Museum Pusat. Berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 092/0/1979 tanggal 28 Mei 1979 menjadi Museum Nasional.

Museum Nasional berfungsi tidak hanya sebagai lembaga studi dan penelitian warisan budaya bangsa tapi juga berfungsi sebagai pusat informasi yang bersifat edukatif, kultural dan rekreatif. Sejarah panjang Museum Nasional tersebut menjadikan museum ini museum terbesar dan tertua di Indonesia.

Koleksi Museum Nasional
Museum Nasional memiliki banyak koleksi benda-benda budaya dari seluruh Nusantara. Di antaranya termasuk koleksi arca-arca, prasasti yang berasal dari kerajaan-kerajaan di Nusantara dan benda-benda seni budaya serta beraneka ragam benda-benda yang digunakan pada upacara tradisi dan ritual dari berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia.

Hingga saat ini koleksi yang dikelola Museum Nasional berjumlah lebih dari 141.000. benda, terdiri atas tujuh jenis koleksi yaitu koleksi prasejarah, arkeologi, keramik, numismatik dan heraldik, sejarah, etnografi dan geografi. Koleksi tersebut dapat disaksikan dalam 9 ruangan berbeda, yaitu: Ruang Etnografi, Ruang Perunggu, Pra-Sejarah, Ruang Keramik, Ruang Tekstil, Ruang Numismatik & Heraldik, Ruang Relik Sejarah, Ruang Patung Batu, dan Ruang Khazanah.

Dahulu Museum Nasional juga memiliki perpustakaan yang menyimpan koleksi berupa naskah-naskah manuskrip kuno, namun setelah gedung Perpustakaan Nasional RI yang terletak di Jalan Salemba 27 Jakarta Pusat didirikan, naskah-naskah tersebut dan koleksi perpustakaan Museum Nasional kini disimpan di Perpustakaan Nasional.

Sumber koleksi banyak berasal dari penggalian arkeologis, hibah kolektor sejak masa Hindia Belanda dan juga pembelian. Koleksi keramik dan koleksi etnografi Indonesia di museum ini terbanyak dan terlengkap di dunia. Museum ini merupakan museum pertama dan terbesar di Asia Tenggara.

Sejak tahun 1822 pemerintah kolonial Hindia Belanda memerintahkan agar semua benda-benda sejarah, seni, budaya atau sejenisnya dari seluruh kepulauan nusantara yang didapatkan melalui ekspedisi ilmiah, ekspedisi militer, atau dikumpulkan oleh pegawai pemerintah, misionaris dan penyebar agama diserahkan kepada Bataviaasch Genootschap di Batavia. Selanjutnya perkumpulan Batavia akan mengajukan pembagian antara Batavia dan Nederland (Kerajaan Belanda). Sebagian dari koleksi ditempatkan di Museum Bataviaasch Genootschap dan sebagian lainnya ditempatkan di Rijksmuseum voor Volkenkunde di Leiden.

Setelah kemerdekaan Republik Indonesia nama Museum van het Bataviaasch Genootschap menjadi Museum Nasional Republik Indonesia. Kemudian setelah Perang Dunia ke-2, pihak pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan Belanda secara teratur mengadakan pembicaraan bilateral mengenai pengembalian hak warisan budaya. Diskusi ini pada akhirnya menghasilkan persetujuan Wassenaar yang memutuskan pemilik sah atas warisan budaya tersebut. Sebagai kelanjutan dari persetujuan ini, pada tahun 1978 sebuah hasil ukiran batu maha karya yaitu Arca Prajnaparamita bersama dengan sejumlah besar harta karun Lombok dikembalikan kepada Indonesia. Kini benda-benda tersebut dapat disaksikan di Museum Nasional Republik Indonesia, Jakarta.

prajnaparamita godin van de opperstewijsheid
Arca Prajnaparamita

Koleksi arca Buddha tertua di Museum ini berupa arca Buddha Dipangkara yang terbuat dari perunggu, disimpan dalam Ruang Perunggu dalam lemari kaca tersendiri, sementara arca Hindu tertua di Nusantara yaitu arca Wisnu Cibuaya berasal dari sekitar abad ke 4 Masehi berada di ruang arca batu terhalang oleh arca Ganesha dari Candi Banon.

Pengunjung Museum nasional dapat memilih koleksi mana yang akan dilihat di sini, sesuai dengan ketertarikan dan minat mereka. Bila ingin melihat koleksi benda-benda yang terbuat dari emas, logam mulia dan batu-batuan berharga yang berasal dari kerajaan-kerajaan di nusantara, maka saat masuk museum belok ke kiri dan naik tangga menuju Ruang Khazanah emas atau Treasure Room dan berjalan searah jarum jam. Sementara apabila ingin melihat koleksi etnografi maka belok ke kanan dan berjalan berlawanan arah jarum jam. Koleksi arca atau patung ada di bagian tengah dan di halaman tengah museum.

Salah satu ruangan yang menarik lainnya di Museum Nasional adalah Ruang Thailand atau Thai Room. Ruang ini menyajikan berbagai benda-benda sejarah dari Thailand. Salah satunya adalah patung dan topeng Thotsakan Vishnukarman yang berwarna hijau. Topeng ini tampak eksotis dan menarik, warnanya yang hijau terlihat unik dan ekspresif seakan-akan hidup.

Ruang Khazanah Emas> The Treasure Rooms
Ruang Khazanah emas dibagi dua bagian, Ruang Arkeologi dan Ruang Etnografi. Di ruangan ini terdapat lebih dari 200 item benda-benda koleksi  yang terbuat dari emas dan perak, benda-benda tersebut lebih banyak yang ditemukan secara tidak disengaja dibandingkan yang ditemukan melalui penggalian arkeologis.

Pada tahun 1990 seorang petani di Wonoboyo Klaten Jawa Tengah menemukan harta karun terpendam yang berasal dari periode Jawa Klasik sekitar abad ke-5 hingga ke-15 masehi. Harta karun tersebut kebanyakan berupa benda-benda perhiasan yang terbuat dari emas dan perak, secara keseluruhan beratnya lebih dari 35 kilogram. Harta karun Wonoboyo kemungkinan terpendam lava dari letusan dahsyat Gunung Merapi pada sekitar awal abad ke-10. Benda-benda ini merupakan penemuan terbesar abad ini di Indonesia dan sekarang dapat disaksikan di ruang Khazanah Arkeologi.

Koleksi di ruang Khazanah Etnografi terdiri dari benda-benda yang berasal dari abad ke-18 hingga abad ke-20 Masehi. Kebanyakan benda-benda tersebut terbuat dari emas 14-24 karat dan banyak di antaranya yang dihiasi dengan batu-batu mulia.Selama berabad-abad Indonesia dikenal sebagai negeri yang kaya akan emas dan logam mulia lainnya. Benda-benda budaya dibuat dengan beberapa teknik pembuatan yang sesuai dengan babakan periode kebudayaan yang ada.

Koleksi yang ada di Museum Nasional merupakan warisan luhur bangsa Indonesia yang tidak ternilai harganya. Keberadaan benda-benda di ruang Khazanah ini merupakan bukti sejarah atas peradaban budaya yang tinggi dari kerajaan-kerajaan yang pernah berkuasa di Indonesia dan hal ini tidak hanya sekedar dinilai dari bahan baku pembuatan benda tersebut namun nilai sejarah yang dikandungnya yang membuatnya sangat tidak ternilai. Tidak mengherankan museum ini telah mengalami beberapa kali kasus pencurian. Pada tahun 1960-an, terjadi kasus pencurian koleksi emas yang dilakukan oleh kelompok Kusni Kasdut. Pada tahun 1979 terjadi pula kasus pencurian koleksi uang logam. Pada tahun 1987 beberapa koleksi keramik senilai Rp. 1,5 milyar. Terakhir pada tahun 1996 kasus pencurian lukisan yang akhirnya bisa ditemukan kembali di Singapura.

Gedung Baru Museum Nasional
Museum Nasional sekarang ini terdiri dari dua unit, yaitu Gedung Museum Nasional (Unit A) serta bangunan baru, Gedung Arca (Unit B) yang mulai dibangun sejak tahun 1996, dan diresmikan oleh Presiden SBY tanggal 20 Juni 2007. Konsep penataan pameran di Gedung Arca diberi tema “Keanekaragaman Budaya Dalam Kesatuan”. Tema yang mencerminkan keanekaragaman kebudayaan bangsa sebagai modal bangsa. Konsep penataan tiap lantai di Gedung Arca yang terdiri dari 4 lantai. Lantai 1 bertemakan Manusia dan Lingkungan, Lantai 2 IPTEK, Lantai 3 Organisasi Sosial dan Pola Pemukiman dan Lantai 4 Khasanah Emas dan Keramik.

Jam Buka Museum:
Museum Nasional buka mulai pukul 08.30 hingga 14.30 pada hari Selasa, Rabu, Kamis dan Minggu. Pukul 08.30 hingga 11.30 pada hari Jumat dan pukul 08.30 hingga 13.30 pada hari Sabtu. Museum Nasional tutup pada hari Senin dan hari libur nasional.

Tiket Masuk
Dewasa Rp. 750; Anak di bawah umur 17 tahun dan pelajar Rp. 250.
Asing/ Mancanegara Rp. 10.000.

Lokasi & Tempat Parkir:
Museum Nasional terletak di Jalan Merdeka Barat No. 12 Jakarta Pusat, di seberang sisi sebelah barat Monumen Nasional dan sesudah Kantor Departemen Pertahanan RI ke arah utara/ Harmoni . Halaman depan dapat menampung mobil dan bis, dan selain itu terdapat tempat parkir yang luas di basement gedung Arca (gedung B)

Tata Tertib Museum
Pengunjung Museum Nasional diminta untuk tidak merokok, makan, dan minum di seluruh area museum dan dilarang untuk menyentuh benda-benda koleksi yang ada di museum.

©2008 arie saksono

Sumber:
-Leaflet Museum Nasional
-Heuken SJ, Adolf., Historical Sites of Jakarta, Jakarta: Cipta Loka Caraka, 1982
-museumnasional.org
-pelita.nl
-wikipedia.org
-presidensby.info
sumber lainnya ++

About these ads

26 Responses to MUSEUM NASIONAL Republik Indonesia

  1. alvin says:

    excited beud pas baca nii bLog .
    krna saiia jarang ke museum, jd tertarik bwt ngliat ap yg di pny bangsa nii .
    kLo bs tolong serg2 di promosiin bwt naq2 muda gt .
    biar mrk jg bs mnghargaii (ceiilaaa) harta bngsa nii yg mungkin sbagian besar mrk nda tau .

  2. justin says:

    Museum-museum ini sangat luar biasa…
    semoga pemerintah melindungi dan melestarikan museum dan benda-benda bersejarah ini.

    by :
    jUsTin

  3. ionna says:

    hasil budaya yang sangat bnilai tinggi ,
    sebagai penerus bangsa kita harus berpartisipasi untuk memajukan apa yang sudah dimiliki dan mencari hal yang baru .
    sukses untuk Indonesia kuu

    Boleh tanya tidak , cerita tentang patung – patung di museum nasional secara detail ..
    trims

  4. cc quadrat says:

    hah… pertama kali aku liat museum ini aku kira museum ini biasa aja sama kayak museum yang laen tapi waktu ke gedung barunya…… yampun mirip banget sama mol… adem banget n gede lagi … hahaha….

  5. [...] { September 18, 2009 @ 2:43 am } · { Uncategorized } MUSEUM NASIONAL Republik Indonesia [...]

  6. ester febri yanti m says:

    saya suka ke musium karna musium adalah pelajaran berharg banget buat saya

  7. ester febri yanti m says:

    wah………. mudah2 saya dari sana dapat beratri bagi saya ………..

  8. Anwar Muis says:

    Jika mau merenung tentang perjalanan suatu bangsa museum merupakan tempat yang dapat berfantasi……

  9. Johan says:

    lagi ngerjain thesis tentang museum ini hehe

  10. yuli says:

    pengen banget dateng ke museum nasional . tpi gga penah ksampean .. kapan iah bisa kesanah . . . ??

  11. Selamat siang !
    0l. Saya mencari artefak yang bahannya terbuat dari Terracotta..apa memang hanya sedikit sekali ya tersedia ??
    02.Mengapa patung2 batu itu ada yang berwarna agak kemerah-2an??
    03. Saya banyak kecewa setiap ingin melihat keterangan yang ada di samping arca/patung batu; ternyata banyak yang hilang !~ Kenapa tidak segera diganti, sehingga pengunjung mengerti keterangannya.
    04. Maaf juga kenapa Patung2 itu tidak dibersihkan dengan kwas lembut, sehingga debu2nya mengganggu penglihatan dan terkesan jorok.
    Hormat saya. Thomas Racharto. Mohon dibalas.

  12. raka yy says:

    cmamw lht2 aj
    sp tau seruuu, tp emg seru okk
    hehehehehe

  13. sufi apriana says:

    wah smga bsok pas ksna bsa nikmatin indahna museum gajah hahahahahahahahahhahahaha,………………….

  14. Selamat malam

    Pernah kami tanyakan mengenai bahan patung yang batu berwarna merah…itu jenis batu apa dan dibuat sekitar abad keberapa?
    Dimana kami mendapatkan Jawaban ?!
    Terimakasih keterangannya.!

    • saksonoarie says:

      salam kenal pak Thomas Racharto, mohon maaf kalau bisa anda jabarkan lebih spesifik patung batu berwarna merah yang anda maksud, apakah patung tersebut merupakan koleksi museum nasional, jika anda tahu patung apa yg anda maksud; apakah patung Dewa2 Hindu atau bentuk lainnya. mungkin dari ciri2 dan karakteristiknya patung atau arca tersebut akan dapat ditentukan dari zaman apa, atau dari kerajaan apa, dan sekurang2nya saya akan usahakan membantu mencari tahu.

      salam Indonesia..

      • Matmalam P. Saksonoarie
        Senang sekali komentar saya ada respons !
        Ya..memang yang saya maksud beberapa patung2 di Museum Nasional yg. batunya berwarna ke-merah2an. Kalau ada alamat email mas Saksonoarie..saya akan kirimkan foto patung yang saya maksudkan itu. Kami tunggu alamat emailnya..makasih. Hormat saya
        Thomas

  15. hijau1989 says:

    pemeriksaan seluruh musium din indonesia untuk menjaga semua kelangkaan benda yang ada didalam musium

    pemeriksaan nabi fathadiya leluhur nabi musa

  16. yudhi lukman says:

    pak arie saksono, saya ingin menanyakan, tentang prasasti dinoyo, saya kenarin (17-5-2011) dari Museum Nasional Jakarta, saya ingin tahu dan ingin melihat Prasasti Dinoyo (kebetulan saya warga Kota Malang), keinginan untuk melihat dan mengetahui tentang cikal bakal kota yang saya cintai ini, tapi apa yang saya temui saat di Museum, tidak ada seorangpun petugas lapangan, Satpam dan personel yang saya temui tidak seorangpun mengetahui dimana Prasasti tersebut di tempatkan, ada yang memberi saran untuk bertemu dengan Ibu Ides Kurator Museum, tapi saya tidak bertemu karena mungkin berselisih jalan, malah saya bertemu dengan salah serang pegawai Museum (wanita), beliau malah menanyakan saya bawa surat atau tidak karena untuk melihat koleksi Prasati tersebut harus membawa surat ijin dari instansi yang menugaskan….. mungkin anda tahu diletakkan dimana Prasasti tersebut atau minimal nomor berapa Prasastii tersebut?
    terimakasih atas kerjasamanya

  17. Vina MY says:

    selamat siang semuanya :)
    saya mau tanya, gimana menurut kalian tentang museum ini?
    jalur informasinya bagaimana, apakah informatif? (jalur untuk melihat pameran)
    karena menurut saya, tidak ada informasi yang jelas, di mana kita harus memulai melihat pameran, sehingga jalur pameran menjadi kacau..
    jujur saja, saya agak kebingungan saat di sana,
    apalagi turis?

    makasih sebelumnya :)

  18. indonesian single woman…

    [...]MUSEUM NASIONAL Republik Indonesia « arie saksono[...]…

  19. hotels in thailand…

    [...]MUSEUM NASIONAL Republik Indonesia « arie saksono[...]…

  20. berita indonesia…

    [...]MUSEUM NASIONAL Republik Indonesia « arie saksono[...]…

  21. ternyata museum nasional didirikan 24 april

  22. OOOooo ternyata museum ini berada di dekat monas ya pak…
    sudah lama saya ingin ke museum ini pak.
    Terima kasih atas sharing informasinya.

  23. Sara says:

    I actually was browsing for suggestions for my personal website and found ur blog post, “MUSEUM NASIONAL Republik Indonesia arie saksono”, will you
    mind if I really start using a few of your ideas?
    Thanks ,Alphonse

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 47 other followers

%d bloggers like this: